• Senin, 5 Desember 2022

Sejarah Ketupat dan Lepet Lebaran ala Wali Songo

- Minggu, 28 November 2021 | 21:50 WIB

Konon adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa. Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.

Arti Kata Ketupat.
Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari : NGAKU LEPAT dan LAKU PAPAT.
Ngaku lepat artinya MENGAKUI KESALAHAN.
Laku papat artinya EMPAT TINDAKAN.

NGAKU LEPAT.
Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa. Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

LAKU PAPAT.
1. LEBARAN.
2. LUBERAN.
3. LEBURAN.
4. LABURAN.

LEBARAN
Sudah usai, 
menandakan berakhirnya waktu puasa. 

LUBERAN
Meluber atau melimpah, 
ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.

LEBURAN
Sudah habis dan lebur. 
Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis 
karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

LABURAN
Berasal dari kata labur, 
dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air 
maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

FILOSOFI KUPAT - LEPET

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Kisah Wali Songo: Sejarah Singkat Sunan Kalijaga

Sabtu, 10 September 2022 | 09:10 WIB

marcopolo: Jawa Pulau Terbesar di Dunia

Kamis, 3 Februari 2022 | 14:40 WIB

Kisah Gunung Kelud dan Lembu Suro, Kamu Perlu Tahu

Senin, 3 Januari 2022 | 01:29 WIB

Sederet Mitos dan Fakta tentang Nyi Roro Kidul

Minggu, 2 Januari 2022 | 04:03 WIB

Nyi Roro Kidul Identik dengan Ratu Bilqis

Jumat, 31 Desember 2021 | 20:00 WIB
X