• Senin, 3 Oktober 2022

Wayang Kulit: Dari Indonesia untuk Dunia

- Selasa, 1 Maret 2022 | 21:30 WIB
Wayang (wikipedia.org)
Wayang (wikipedia.org)

beritajowo.com / yogyakarta - Wayang kulit semula berkembang di lingkungan istana. Jadi kesenian rakyat dan menyebar ke tempat-tempat jauh.

Kesenian tradisional wayang kulit lahir, hidup, tumbuh, berkembang terutama dalam masyarakat Jawa. Lebih dari sekadar pertunjukan, wayang kulit dahulu merupakan media permenungan menuju roh spiritual para dewa.

Istilah “wayang” sendiri berasal dari kata “ma Hyang”, yang berarti menuju spiritualitas Sang Kuasa. Tapi ada juga yang mengatakan “wayang” berasal dari teknik pertunjukan yang mengandalkan bayangan (bayang/wayang) di layar.

Baca Juga: Bacaan Dzikir Pelunas Hutang yang Diajarkan Rasulullah, Beserta Artinya... Hafalkan dan Amalkan!

Asap dari embakaran dupa menambah magis suasana pertunjukan wayang kulitPemain musik yang selalu mengiringi selama pertunjukan wayang berlangsung.

Sesajian berupa ayam kampung, nasi tumpengan, dan hasil bumi lainnya, tidak lupa asap dari pembakaran dupa selalu ada di setiap pementasan wayangDalam pertunjukan wayang kulit, sang dalang diiringi musik yang bersumber dari alat musik gamelan.

Dalang harus mengetahui berbagai cerita epos pewayangan seperti, Mahabrata dan Ramayana. UNESCO mengakui wayang kulit sebagai warisan kekayaan budaya Indonesia yang bernilai adiluhung.

Dalang dahulu dinilai sebagai profesi yang luhur, karena dalang biasanya adalah orang yang terpandang, berilmu, dan berbudi pekerti yang santun.

Di sela-sela suara gamelan, dilantunkan syair-syair berbahasa Jawa yang dinyanyikan oleh para pesinden, umumnya adalah perempuan.

Baca Juga: Sudah Trauma Politik, Ini yang Akan Dilakukan Angelina Shondak Untuk Menebus Masa Lalunya

Halaman:

Editor: Surayyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X