• Kamis, 8 Desember 2022

Sedikit Mengenal Tradisi Jawa Upacara Adat Mapati atau Ngapati

- Selasa, 30 Agustus 2022 | 18:50 WIB
Salah satu adat jawa tradisi mapati untuk memperingati usia 4 bulan kehamilan (istimewa)
Salah satu adat jawa tradisi mapati untuk memperingati usia 4 bulan kehamilan (istimewa)

beritajowo.com // Semarang - Ada salah satu tradisi di Indonesia yang sampai sekarang masih dilakukan bagi masyarakat Pulau Jawa khususnya suku Jawa, yaitu upacara adat Mapati.

Karena keanekaragaman suku dan budaya di Indonesia, di setiap suku pun memiliki adat istiadat dan bahasa yang berbeda, salah satu ada yang menyebut Mapati dengan bahasa yang lain, yakni Ngapati.

Bahkan menurut kepercayaan, tradisi Mapati atau ngapati tersebut dianggap penting dan perlu untuk dilaksanakan, terutama bagi pasangan yang telah lama mengidam-idamkan kehadiran sang buah hati.

Berikut ini adalah sekilas ulasan penting mengenai tradisi Mapati sebagai upacara empat bulan kehamilan yang sangat dipegang teguh oleh masyarakat Jawa:

Baca Juga: Pengkajian dan Pengujian Paradigma Tafsir Al-Qur'an dalam Konteks Keindonesiaan

Tradisi Mapati yang berasal dari bahasa Jawa berarti empat, menjadi salah satu tradisi yang sering dilakukan masyarakat Jawa untuk memperingati usia kehamilan 4 bulan.

Orang-orang biasanya menyebutnya sebagai empat bulanan. Namun, biasanya sebelum melaksanakan upacara adat Mapati, masyarakat Jawa akan melakukan peringatan 3 bulan kehamilan disebut dengan Neloni.

Menurut kepercayaan, upacara Mapati ini adalah untuk memohon kepada Tuhan supaya bayi yang dikandung calon Ibu bisa selamat. Begitupun juga dengan Ibu yang melahirkannya.

Baca Juga: Dipecat dari Polri, Ferdy Sambo Ajukan Banding atas Hasil Sidang Kode Etik

Dalam upacara adat Neloni maupun Mapati juga harus dilandasi dengan beberapa hal, yakni ungkapan rasa syukur karena telah diberikan anugerah berupa momongan.

Halaman:

Editor: Riza Hamed Savero

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X