Asal Usul dan Sejarah Empek-empek

- Jumat, 4 Februari 2022 | 10:00 WIB
Resep Khusus Pempek, Sajian Sederhana Ala Rumahan yang Lezat (Pikiran Rakyat)
Resep Khusus Pempek, Sajian Sederhana Ala Rumahan yang Lezat (Pikiran Rakyat)

beritajowo.com / jakarta - Pempek atau empek-empek adalah makanan yang terbuat dari daging ikan yang digiling lembut yang dicampur tepung kanji atau tepung sagu, serta komposisi beberapa bahan lain seperti telur, bawang putih yang dihaluskan, penyedap rasa, dan garam.

Pempek biasanya disajikan dengan kuah cuka yang memiliki rasa asam, manis, dan pedas.

Pempek sering disebut sebagai makanan khas Palembang, hampir semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya.

Baca Juga: Cemilan Resep Ibu, Dadar Gulung Isi Kelapa

Tempat asal Indonesia Daerah Sumatera Selatan
Pempek dapat ditemukan dengan mudah di Kota Palembang; ada yang menjualnya di restoran, ada yang di pinggir jalan, dan pula yang dipikul.

Pada tahun 1880-an, penjual biasa memikul satu keranjang penuh pempek sambil berjalan kaki berkeliling menjajakan dagangannya.

Pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Tionghoa ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam.

Baca Juga: Resep Ibu, Bakmi Toprak Khas Solo Segar Nikmat
Menurut tradisi, nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan apek atau pek-pek, yaitu sebutan untuk paman atau lelaki tua Tionghoa.

Berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang.

Ia kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru.
Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota.

Baca Juga: Resep ibu, Orak-Arik Ikan Peda Ala Rumahan

Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan "pek … apek", maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.

Akan tetapi cerita rakyat ini patut ditelaah lebih lanjut, karena beberapa bagian kisah ini kurang tepat dengan kronologi sejarah.

Misalnya, singkong sebagai bahan tepung tapioka baru diperkenalkan bangsa Portugis ke Indonesia pada abad ke-16, sementara bangsa Tionghoa telah menghuni Palembang sekurang-kurangnya sejak masa Sriwijaya.

Baca Juga: Kue Keranjang Melimpah, Jangan Bosan dan Binggung Kita Olah dengan Santan, Resep Ibu ini Dijamin Enak

Halaman:

Editor: Surayyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspadai 4 Shio Ini. Ancaman bagi Shio Lainnya.

Minggu, 4 Juni 2023 | 06:15 WIB
X