• Sabtu, 20 Agustus 2022

Ibu yang Melahirkan dengan Cara Caesar Tetaplah Menjadi Perempuan Utuh. Inilah Alasan Medisnya

- Rabu, 6 Juli 2022 | 09:40 WIB
hamil lagi setelah operasi caesar sebaiknya kapan? (Freepik)
hamil lagi setelah operasi caesar sebaiknya kapan? (Freepik)

beritajowo.com // Semarang – Perempuan yang melahirkan dengan cara Caesar sering dianggap sebelah mata oleh masyarakat sekitar. Menganggap bahwa proses kelahiran dengan cara seperti itu  menandakan jika perempuan tersebut tidak utuh alias belum menjadi perempuan yang sebenarnya, ini artinya mayoritas masyarakat menganggap bahwa perempuan yang utuh jiwa dan raganya hanyalah diperuntukkan bagi mereka yang melahirkan dengan proses normal.

Padahal jika dipahami secara medis, usaha dan dampak yang terjadi pada proses Caesar itu lebih banyak dan berat. Misalnya saja, dari proses pembedahan perut, mempertimbangkan kondisi medis sang Ibu, persalinan yang membutuhkan waktu panjang dan membutuhkan biaya besar dibandingkan dengan proses normal.

Sungguh, kita harus mengapresiasi dan memberikan penghormatan agung bagi perempuan yang melahirkan dengan cara Caesar.

Baca Juga: 4 Zodiak dengan Manner yang Patut Dicontoh!

Operasi caesar merupakan prosedur pembedahan dalam persalinan dengan cara membuat celah sayatan pada perut dan rahim untuk mengeluarkan bayi. Sebelum operasi dilakukan, ibu hamil akan diberikan anestesi, biasanya lokal melalui spinal atau epidural yang akan membuat tubuh bagian bawah mati rasa, namun tetap terjaga. Pada beberapa kasus tertentu, anestesi umum dapat diberikan dokter sehingga ibu hamil akan tertidur selama proses berlangsung.  

Kemudian, apa saja alasan medis yang mengharuskan seorang perempuan harus memilih jalan Caesar? Simak penjelasannya.

Persalinan Lama

Proses persalinan normal memakan waktu lama selama 20 jam atau lebih atau ibu mengalami pendarahan berlebihan menjadi alasan medis yang mengharuskan operasi caesar dilakukan untuk menghindari komplikasi. Umumnya hal ini terjadi ketika serviks belum membesar sepenuhnya, maka persalinan melambat atau berhenti, serta bayi tidak dalam posisi kelahiran yang optimal. Selain itu, kondisi bayi yang terlalu besar, penipisan serviks yang lambat, dan bayi kembar semua dapat memperpanjang waktu persalinan.

Baca Juga: Ramah hingga Humoris, Inilah 5 Rahasia yang Paling Disukai Wanita tapi Jarang Pria Melakukan

Halaman:

Editor: Syahid Abdulloh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

​7 Manfaat Guling untuk Kesehatan Tubuh Anda

Sabtu, 30 Juli 2022 | 07:35 WIB

Tips Menghilangkan Ngorok Saat Tidur

Senin, 18 Juli 2022 | 16:09 WIB
X