Apakah Anda Tertarik dengan Bisnis Ayam Kampung? Ini Tips Langkah Mudah bagi Pemula dengan Modal Kecil

- Jumat, 14 Oktober 2022 | 20:44 WIB
Risiko ternak ayam kampung (istimewa)
Risiko ternak ayam kampung (istimewa)

beritajowo.com // Ungaran - Awalnya ternak ayam kampung banyak dilakukan secara subsisten alias sebagai sampingan saja.

Ayam kampung dipelihara di pekarangan-pekarangan dengan sistem umbaran, atau di lepas liarkan. Tujuan ternak ayam kampung untuk diambil dagingnya karena produksi telurnya relatif rendah.

Ada berbagai metode ternak ayam kampung. Yaitu dengan sistem umbaran dan semi intensif. Metode ternak ini menentukan tipe kandang yang harus disiapkan.

a. Sistem umbaran
sistem umbaran, ayam dibiarkan lepas liar. Pada pagi hari ayam dilepaskan dan menjelang sore ayam dimasukkan dalam kandang.

Sistem umbaran ini cocok dilakukan di desa-desa yang masih huniannya masih memiliki pekarangan luas. Dengan sistem umbaran, peternak lebih hemat dalam memberikan pakan dan perawatan harian. Ayam biasanya mencari tambahan pakan sendiri.

b. Sistem semi intensif
Untuk sistem semi intensif bisa digunakan kandang tipe pekarangan. Kandang tipe ini berupa hamparan lahan yang sekelilingnya dipagari agar ayam tidak bisa keluar dari lingkungan kandang. Dalam areal kandang disediakan kandang terutup tempat ayam beristirahat atau berteduh dari hujan.

Memilih bibit ayam kampung pilih ayam yang sehat ciri-ciri yang baik antara lain tidak cacat, berdiri tegap, mata bersinar, pusar terserap sempurna, dan bulu bersih.

Dalam hal makan, ayam kampung lebih mudah karena ayam tidak pilih pilih makanan. Oleh sebab itu kita bisa menyiasati makanannya pelet, nasi sisa jagung,bekatul dan lain sebagainya

Pada umumnya ayam kampung lebih tahan terhadap penyakit bila dibandingkan ayam jenis lain. Tetapi alangkah baiknya kita mempersiapkan vaksin dan obat-obatan untuk mengantisipasi bila terjadi hal yang tidak diinginkan

Editor: Riza Hamed Savero

Terkini

X