• Senin, 24 Januari 2022

Pangeran Faisal bin Salman Sambut Kedatangan Jamaah Haji Indonesia

GTG
- Rabu, 17 Juli 2019 | 09:47 WIB
foto: Istimewa
foto: Istimewa

beritajowo.com / MADINAH - Untuk kesekian kalinya Indonesia mendapatkan perlakuan istimewa dari Kerajaan Arab Saudi. Putra Raja Salman, Pangeran Faisal bin Salman bin Abdulaziz Al Saud menyambut kedatangan kloter jamaah haji Indonesia dari Embarkasi Pondok Gede (JKG 11) yang melewati jalur fast track  Sabtu siang  (14/7)  di Bandara Madinah.

Turut mendampingi dalam acara penyambutan, Menteri Haji dan Umrah, Dr. Muhammad Shalih Taher Bentin, Presiden General Authority of Civil Aviation (GACA) Abdul Hadi Al-Mansouri dan beberapa pejabat tinggi baik dari Kementerian Dalam Negeri maupun Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Dari perwakilan Pemerintah Republik Indonesia tampak hadir Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel dan kepala Daker Bandara Arsyad Hidayat.

Dalam siaran pers yang dikirim ke Suara Merdeka, Dubes Agus Maftuh menegaskan bahwa dalam sejarah haji Indonesia, ini adalah pertama kalinya jamaah haji Indonesia disambut oleh seorang Putra Raja. Sambutan istimewa ini menunjukkan betapa kuatnya hubungan bilateral kedua negara dalam poros SAUNESIA (Saudi Indonesia) yang berada dalam masa-masa keemasan.

Pangeran Faisal bin Salman adalah kakak dari Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman yang sangat dekat dengan Presiden Jokowi.

Dubes Agus Maftuh meyakini bahwa Kerajaan Arab Saudi memberikan keistimewaan kepada Indonesia juga tidak bisa dipisahkan dari hubungan hangat antara Presiden Joko Widodo dan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Pangeran Faisal bin Salman mengapresiasi jamaah haji Indonesia, meski jumlahnya terbesar namun dikenal sebagai jamaah yang tertib, disiplin dan taat aturan, sehingga sangat membantu dalam menciptakan kelancaran penyelenggaraan haji yang nyaman sebagai realiasasi Visi Saudi 2030.

Dubes Agus Maftuh menegaskan bahwa jalur fast track ini adalah pengalaman untuk kedua kalinya bagi jamaah Indonesia karena Indonesia termasuk negara pertama kali yang mendapatkan “keistimewaan” ini pada tahun yang lalu bersama dengan Malaysia.

Agus Maftuh juga menambahkan untuk tahun ini Kerajaan Arab Saudi menambahkan 3 negara yang bisa menikmati pelayanan baru ini yaitu Pakistan, Bangladesh dan Tunisia dengan total jumlah 225.000.

Halaman:

Editor: GTG

Terkini

X