• Senin, 24 Januari 2022

Peninggalan Tambang Batu Bara Kota Sawah Lunto Ditetapkan Menjadi Warisan Dunia UNESCO

aya
- Jumat, 19 Juli 2019 | 14:31 WIB
foto: Istimewa
foto: Istimewa

beritajowo.com / semarang - – Setelah Kawasan Percandian Borobudur di Magelang, Jawa Tengah (1991); Kawasan Candi Prambanan di Klaten, Jawa Tengah (1991); Situs Manusia Purba Sangiran di Sragen dan Karanganyar, Jawa Tengah (1996); dan Lansekap Budaya Bali: Sistem Pemerataan Pembagian Air Subak untuk Pertanian di Bali (2012) sebagai perwujudan filosofi tri Hita karana, Satu lagi warisan Budaya Indonesia ditetapkan sebagai Warisan Dunia dalam sidang umum ke-43 Komite Warisan Dunia yang berlangsung hari ini, Jumat (5/6), di Baku, Azerbaijan. Badan PBB yang membidangi pendidikan dan budaya, UNESCO, memastikan Peninggalan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto sebagai salah satu dari warisan budaya dunia ke-5 milik Indonesia.

Perjalanan Kota Lama Tambang Batubara Sawahlunto untuk dapat menjadi warisan budaya dunia tidaklah mudah. Kota Lama Tambang Batubara Sawahlunto sudah terdaftar dalam World Heritage UNESCO Tentative Lists pada tahun 2015 dan riwayat penominasiannya sudah dimulai sejak tahun 2014 silam. Kemudian pada tahun 2018, tema Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto secara syarat administrasi sudah dinyatakan lengkap diterima pihak ICOMOS, UNESCO.

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid memaparkan poses pengusulan menjadi warisan dunia. Pengusulan telah melalui tahapan prakarsa, tentative list (daftar sementara), nominasi, evaluasi, dan diakhiri dengan penetapan.

Pengusulan untuk kategori ini bukan lah perkara yang mudah karena diperlukan penelitian mendalam melalui pendekatan multi disiplin ilmu seperti arkeologi, antropologi, arsitektur lansekap, geografi, ilmu lingkungan, dan beberapa ilmu terkait lainnya.

Untuk itu, Hilmar Farid menyambut gembira atas ditetapkannya Peninggalan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto sebagai salah satu dari warisan budaya dunia ke-5 milik Indonesia oleh UNESCO. Pengakuan UNESCO yang berarti pengakuan dunia akan meningkatkan citra bangsa Indonesia di mata internasional.

“Kita bangga warisan budaya kita ditetapkan sbg warisan dunia. Ini berarti tugas kita untuk pelestarian warisan budaya semakin dituntut. Sekaligus, ini juga menjadi tantangan kita semua untuk menunjukkan kepada dunia tentang upaya indonesia memajukan Kebudayaan,” kata Hilmar.

Menurut Hilmar, ketika sudah diakui UNESCO maka selanjutnya pelestarian warisan dunia tersebut menjadi kewajiban dari seluruh Indonesia. Sehingga secara otomatis perhatian dunia akan tertuju ke Indonesia bila diketahui terjadi masalah terhadap warisan tersebut.

“Sebagai contoh, saat terjadi peristiwa gempa di Daerah istimewa Yogyakarta pada 2 Mei 2006 salah satunya hingga menimbulkan kerusakan pada Candi Prambanan, salah satu situs diakui dunia, maka banyak negara menawarkan bantuan baik dalam bentuk biaya perbaikan maupun asistensi tenaga ahli,” jelas Hilmar.

Indonesia juga wajib menjaga, melestarikan dan mewariskan secara estafet kepada generasi berikutnya. Disamping secara berkala, Indonesia harus memberikan laporan ke UNESCO mengenai kondisi keterawatan warisan-warisan tersebut.

Halaman:

Editor: aya

Terkini

X