• Sabtu, 10 Desember 2022

Ucapan Selamat Hari Natal kata Ustad Adi Hidayat

- Sabtu, 25 Desember 2021 | 10:00 WIB
penyebab futur dan cara mengatasinya menurut ustadz adi hidayat (Foto: mui.or.id)
penyebab futur dan cara mengatasinya menurut ustadz adi hidayat (Foto: mui.or.id)

beritajowo.com/jakarta-Pro kontra perlu tidaknya kaum muslim mengucapkan selamat Natal disikapi oleh Ustad Adi Hidayat. Menurut Ustad Adi Hidayat, semuanya sudah jelas karena merupakan bagian dari ibadah 

Mengutip penjelasan Ustad Adi Hidayat di kanal Youtube Adi Hidayat Official, pertanyaan mengenai boleh tidaknya ucapan Natal dari kaum muslim ke umat Nasrani sebaiknya disikapi secara proporsional.   

Baca Juga: 10 Ucapan Selamat Hari Natal 2021 yang Cocok di Bagikan di Sosial Media

Menurut Ustad Adi Hidayat berulangnya pertanyaan boleh tidaknya kaum muslim mengucapkan Natal adalah hal yang wajar. Toh ini boleh jadi juga semakin mencharges wawasan kita, pmenambah pengetahuan dan meningkatkan sisi toleransi yang proporsional.

"Sekalipun wajar juga kita bertanya kenapa saat perayaan agama lain tidak seramai seperti hari sekarang. Tidak apa-apa, yang penting proporsional. Yang penting ada yang penting menempatkan toleransi sesuai bagiannya masing-masing," ujar Ustad Adi Hidayat.

Bagaimana mewujudkan sikap saling menghormati dan membangun keharmonisan dalam berbangsa dan bernegara. Untuk itu dalam Islam bersyukurnya kita kepada Allah SWT, konsepsi kita tentang toleransi, menghormati, terutama antar keyakinan dan hidup beragama itu sudah diatur sedemikian detil, lengkap dan sempurna.

Baca Juga: Warga Terdampak Erupsi Semeru Tersebar di 115 Titik Pos Pengungsian

Dalam konteks ini Islam membagi dua bagian dalam soal toleransi yang terkait dengan aspek beragama ini. Apakah pembahasannya masuk dalam ranah ibadah, dalam konteks hubungan kita, konektivitas kita dengan Allah SWT. Dengan Tuhan yang kita yakini.

Ataukah yang dimaksudkan ini sisi muamalah, konektivitas kita secara sosial, dalam berkehidupan bermasyarakat, atau berbangsa bernegara. Islam mengatur itu secara sempurna.

"Cukup kita saling menghormati dalam ibadah masing-masing, tidak perlu mencampuri. Dalam beribadah harus total. Silakan anda melakukan yang anda yakini, kamipun melakukan apa yang kami yakini," tambah Ustad Adi.

Halaman:

Editor: Surayyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Magnitudo 6,2 Menguncang Jember

Selasa, 6 Desember 2022 | 15:10 WIB
X