• Senin, 24 Januari 2022

Dipenggal, Digantung, Dikebiri hingga Ditembak Alat Kelamin, Begini Hukuman Bagi Pemerkosa di Berbagai Negara

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 09:42 WIB
Ilustrasi pemerkosaan (foto: detik)
Ilustrasi pemerkosaan (foto: detik)

beritajowo.com//Semarang- Masih jadi polemik perihal vonis hukuman mati terhadap Herry Wirawan, seorang guru pesantren yang memperkosa 13 santriwati di Bandung. Di persidangan Jaksa menganggap hukuman mati adalah hukuman yang paling setimpal karena pemerkosaan merupakan sebuah kejahatan berat.

Meski begitu, beberapa pihak menentang dengan alasan hukuman mati bertentangan dengan Hak Asasi Manusia (HAM).
Beberapa negara di dunia ternyata telah lama menjatuhkan vonis hukuman mati.

Bisa dengan cara dipenggal, ditembak atau dihukum seumur hidup. Berikut ulasannya:

 

Di Iran pelaku pemerkosaan akan dihukum gantung di depan umum. (Pixabay/Servicelinket)

1. Iran
Iran adalah negara yang paling sering menghukum mati para pelaku kriminal, tak terkecuali para pemerkosa. Orang yang melakukan pelecehan seksual dipastikan akan mendapatkan hukuman gantung di depan publik.

Dari semua jumlah eksekusi mati di Iran, 10 hingga 15 persennya adalah hukuman mati bagu para pemerkosaan. Hukuman gantung ini juga tindakan berzina serta pelaku sodomi.


2. China
Pemerkosa dalam hukum di China bisa mendapatkan hukuman mulai dari 10 tahun penjara, hukuman kebiri, hingga hukuman mati. Ini sesuai dengan definisinya.

Di China, berhubungan seksual dengan anak usia di bawah 14 tahun dikategorikan sebagai tindakan permerkosaaan. Selain itu, pada tahun 2015, pemerintahan Xi Jinping mulai menerapkan hukuman tegas bagi para pemerkosa, baik lawan jenis maupun sesama jenis.

Halaman:

Editor: Surayyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menganal Lebih Jauh Suku Dayak

Senin, 24 Januari 2022 | 12:56 WIB
X