• Jumat, 19 Agustus 2022

Ciri Khas Suku Dayak yang Masih Bisa Ditemui Hingga Kini

- Selasa, 25 Januari 2022 | 12:26 WIB
Suku Dayak Kalimantan
Suku Dayak Kalimantan

beritajowo.com//Banyak ciri khas Suku Dayak yang bisa kita temui di Kalimantan tidak hanya dari pakaian adat dan tato-nya saja, namun juga bisa dilihat dari rumah serta senjata khas yang digunakan suku tersebut juga memiliki kekhasan yang tidak ditiru suku lain di Indonesia.

Berikut sejumlah ciri khas Suku Dayak:

Pertama Suku Dayak sangat identik dengan tradisi bercocok tanam. Sehingga tidak heran lagi bahwa sektor pertanian dan perkebunan mereka diandalkan sebagai salah satu lumbung unggulan di Indonesia. Tentunya ini juga dapat menguatkan sirkulasi ekonomi wilayah bahkan negara.

Kedua suku ini juga dikenal dengan karakteristik masyarakatnya yang memiliki banyak tato di tubuh, jadi selain senang memakai aksesoris, masyarakat suku Dayak memenuhi tubuh mereka dengan tato. Motif tato memiliki makna khusus dan menandakan pengalaman dari pemilik tato.

Ketiga pakaian Adat Suku Dayak untuk laki-laki disebut sebagai King Baba. King memiliki arti pakaian dan Baba berarti laki-laki. Pakaian tersebut terbuat dari kulit atau kayu pohon kapuo dan ampuro. Dua jenis kayu ini memiliki kadar serat yang tinggi. Kulit kayu ditumbuk hingga rata, lalu dicuci dan dikeringkan. Setelah dibentuk pola untuk rompi dan celana, serat kulit kayu tersebut dihiasi dengan corak khas suku dayak dari zat pewarna tumbuhan. Sebagai pelengkap, terdapat ikat kepala dari serat kulit kayu dengan bulu burung enggang. Apabila lelaki suku dayak pergi berperang, senjata tradisional pedang saber dan juga perisai dengan ornamen khas menjadi alat berperang yang wajib untuk dibawa.

Sedangkan, pakaian adat untuk perempuan disebut King Bibinge. pakaian ini berasal dari kulit kayu dibentuk menyerupai kemben untuk penutup dada, rok dan stagen. Seluruh komponen ini dihias dengan corak dan manik-manik tradisional khas Dayak. Perempuan Dayak juga menggunakan beragam aksesori seperti gelang yang dibuat dari hasil pintalan akar tanaman tengang (simbol penolak roh jahat) dan kalung dari tanaman hoita.

Keempat rumah Adat Suku Dayak disebut sebagai Rumah Betang atau yang kerap disebut sebagai rumah panjang merupakan rumah adat khas dari suku dayak. Biasanya, jenis rumah adat ini memiliki panjang 100-150 meter dengan lebar mencapai 50 meter. Rumah Betang ditopang oleh pilar kayu dengan tinggi rata-rata 5 meter. Hal ini bertujuan untuk melindungi rumah dari banjir dan binatang buas. Selain itu terdapat anak tangga yang harus memiliki jumlah ganjil dengan simbol pembuka pintu rezeki.

Satu Rumah Betang dihuni oleh sekitar 5-6 keluarga. Hal ini juga menjadi simbol bahwa kebersamaan dan tolong-menolong merupakan prinsip dasar dari suku ini. Terdapat juga pemimpin besar keluarga yang disebut pembakas lewu.

Upacara Adat

Terdapat banyak sekali upacara adat maupun ritual yang dimiliki oleh suku ini. Upacara Tiwah merupakan salah satu tradisi yang terkenal. Upacara ini bertujuan untuk mengantarkan tulang jasad ke Sandung. Sandung merupakan rumah kecil berbahan dasar kayu yang digunakan untuk menyimpan tulang-tulang leluhur. Selain itu, ratusan ekor hewan seperti babi, kerbau dan ayam juga dimasak sebagai sesajen.

Halaman:

Editor: Riza Hamed Savero

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X