• Selasa, 27 September 2022

Wafat 14 Tahun Lalu, Soeharto Menganut Filosofi Jawa Sampai Jadi Presiden

- Kamis, 27 Januari 2022 | 17:52 WIB
Mengenang 14 Tahun Wafatnya Presiden Soeharto, pemegang Filosofi Jawa (instagram.com/cendana.archives)
Mengenang 14 Tahun Wafatnya Presiden Soeharto, pemegang Filosofi Jawa (instagram.com/cendana.archives)

 

beritajowo.com - Berbicara tentang Soeharto, tidak akan lepas dari Filosofi Jawa.

Pembentukan watak, sosok Soeharto tak terlepas dari ajaran Filosofi Jawa.

Filosofi Jawa termasuk nilai-nilai yang membentuk watak Soeharto hingga menjadi pemimpin nomor satu di Indonesia kala itu.

Soeharto lahir 8 Juni 1921. Ia berasal dari keluarga kurang mampu di Desa Kemusuk, Argomulyo, Godean, sebelah barat Kota Yogyakarta. Di masa inilah Soeharto sempat mengecap pahitnya hidup.

Meskipun begitu, ayah Soeharto, Kertosudiro, percaya bahwa hidup anaknya akan lebih baik suatu hari kelak. Sebab, nama 'Soe' yang artinya lebih baik dan 'Harto' yang artinya kekayaan adalah doa orang tuanya.

Baca Juga: Profil Edy Mulyadi Jadi Wartawan Era Orba Soeharto, Terjun ke Politik Gabung PKS, Jadi Pengkritik Jokowi

Ketika usianya beranjak dewasa, Soeharto kemudian dititipkan kepada pamannya di Wuryantoro. Di sana ia belajar bertani.

Selain bertani, di rumah pamannya ini juga Soeharto memupuk kecintaannya pada filosofi hidup orang Jawa.

Salah satu ajaran yang terus ia amalkan ialah soal tiga ajaran tentang tiga 'aja'. Tiga 'aja' itu aja kagetan, aja gumunan, dan aja dumeh (jangan kagetan, jangan gampang heran, dan jangan sombong).

Halaman:

Editor: Paryono BeritaJowo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Naik terus! Kapan Harga Cabai Murah?

Kamis, 15 September 2022 | 09:05 WIB

Yuk Intip Sumber Penghasilan Ratu Elizabeth II

Selasa, 13 September 2022 | 23:04 WIB

Aksi Hacker Bjorka, Idola Baru yang Menakutkan

Senin, 12 September 2022 | 14:50 WIB
X