• Sabtu, 3 Desember 2022

Predator Seks Herry Wirawan Minta Keringanan Hukuman, Jaksa Bersikeras Tuntut Hukuman Mati

- Jumat, 28 Januari 2022 | 16:51 WIB
Ilustrasi - Guru pesantren pemerkosa 12 santriwati di Bandung ternyata tak hanya memperkosa santrinya tapi juga mengeksploitasi anaknya sendiri. (Pixabay/Counselling)
Ilustrasi - Guru pesantren pemerkosa 12 santriwati di Bandung ternyata tak hanya memperkosa santrinya tapi juga mengeksploitasi anaknya sendiri. (Pixabay/Counselling)

beritajowo.com // Bandung - Terdakwa kasus pemerkosa 13 santriwati yang dilakukan pengasuh pondok pesantren, Herry Wirawan membacakan pleidoi atau Nota Pembelaan. Dalam pleidoi tersebut predator seks itu memohon keringanan hukuman.

Menanggapi nota pembelaan tersebut Jaksa tetap pada tuntutan hukuman mati hingga kebiri.

"Intinya pada tuntutan semula dan penegasan beberapa hal. Pada intinya kami menanggapi pleidoi tetap pada tuntutan dipersidangan kemarin,"

ujar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Asep N Mulyana usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (27/1).

Baca Juga: Cara Download Story Instagram di Android atau iOS Tanpa Instal Aplikasi, Mudah dan Pastinya Gratis

Tanggapan itu disampaikan Jaksa dalam sidang agenda replik. Jaksa menanggapi pleidoi yang disampaikan Herry pada sidang sebelumnya.

Jaksa Asep menuturkan pemberian tuntutan hukuman mati tersebut sudah sesuai dengan amanat Undang-Undang.

"Pertama, tuntutan mati itu diatur dalam regulasi, diatur dalam ketentuan perundang-undangan. Artinya itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku," tutur Asep.

Jaksa juga berbicara soal hukuman pembayaran restitusi atau ganti rugi atas perbuatan Herry Wirawan. Dalam tuntutan sebelumnya, Herry dikenakan restitusi sebesar Rp 331 juta.

Baca Juga: Drakor Zombie All of Us Are Dead Mulai Tayang Hari Ini, Berikut Sinopsisnya

Halaman:

Editor: Surayyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X