• Kamis, 29 September 2022

Edy Mulyadi Memenuhi Panggilan Bareskrim Polri terkait Polemik 'Tempat Jin Buang Anak'

- Senin, 31 Januari 2022 | 19:27 WIB
Edy Mulyadi dan kuasa hukumnya tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi terkait ujaran kebencian  (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Edy Mulyadi dan kuasa hukumnya tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi terkait ujaran kebencian (ANTARA/Laily Rahmawaty)

beritajowo.com // Jakarta - Edy Mulyadi memenuhi panggilan Bareskrim Polri terkait polemik 'jin buang anak'. Ini merupakan panggilan kedua terhadap Edy Mulyadi.

Di Bareskrim Polri, Edy Mulyadi diperiksa sebagai saksi  terkait polemik 'tempat jin buang anak'.

Sebelum memasuki gedung Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan terkait polemik 'tempat jin buang anak', Edy Mulyadi meminta maaf ke para sultan dan suku yang ada di Kalimantan.

"Musuh saya bukan penduduk Kalimantan, bukan suku ini, suku itu segala macam tidak. Saya sekali lagi minta maaf kepada sultan-sultan. Sultan Kutai, Sultan Paser, Sultan Banjar, Sultan Pontianak, Sultan Melayu, atau apa sebagainya, termasuk suku-sukunya," kata Edy Mulyadi kepada wartawan, di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/1/2022).

Baca Juga: Tifatul Sembiring Dikritik Anaknya Terkait 'Jin Buang Anak', Fathan Sembiring: Mingkem gitu Beh, mingkem..!

"Suku Paser, Suku Kutai segala macam termasuk suku Dayak tadi semuanya saya minta maaf, tapi mereka semua bukan musuh saya," ujarnya.

Edy Mulyadi kemudian menyinggung para oligarki yang melalui tangan-tangan pejabat melakukan ketidakadilan.

"Musuh saya dan musuh kita adalah ketidakadilan dan siapapun pelakunya yang hari-hari ini dilakonkan oleh para oligarki melalui tangan-tangan pejabat-pejabat publik kita," ucapnya.

Selain itu, Edy Mulyadimengatakan Kalimantan telah dieksploitasi secara besar-besaran.

"Mohon maaf banget selama puluhan tahun Kalimantan itu dieksploitasi habis-habisan, sudah berapa miliar ton batu bara diangkut, sudah berapa hektare itu hutan-hutan ditebas, diangkut, sudah berapa ribu atau juta hektare lahan-lahan milik adat dirampas. Gasnya belum macam-macamnya," katanya.

Lebih lanjut, Edy Mulyadi mengatakan Kalimantan memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan seharusnya di atas masyarakat di Pulau Jawa. 

Baca Juga: Tidak Hanya Hina Kalimantan, Ternyata Edy Mulyadi Juga Hina Prabowo

Halaman:

Editor: Paryono BeritaJowo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aksi Hacker Bjorka, Idola Baru yang Menakutkan

Senin, 12 September 2022 | 14:50 WIB

Alasan Belanja Bisa Membuat Hati Bahagia

Rabu, 7 September 2022 | 17:11 WIB

7 pilihan ketika menghadapi kenaikan bbm

Rabu, 31 Agustus 2022 | 07:05 WIB
X