• Jumat, 19 Agustus 2022

Penuhi Panggilan Bareskrim Polri Terkait 'Jin Buang Anak', Edy Mulyadi Minta Maaf ke Sultan Kalimantan

- Senin, 31 Januari 2022 | 19:41 WIB
Edy Mulyadi dan kuasa hukumnya tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi terkait ujaran kebencian  (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Edy Mulyadi dan kuasa hukumnya tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi terkait ujaran kebencian (ANTARA/Laily Rahmawaty)

beritajowo.com // Jakarta - Edy Mulyadi memenuhi panggilan Bareskrim Polri terkait polemik 'jin buang anak'.

Kedatangannya kali ini untuk memenuhi panggilan kedua terhadap Edy Mulyadi terkait polemik 'jin buang anak'.terkait polemik 'jin buang anak'.

Sebelum memasuki gedung Bareskrim Polri, Edy Mulyadi meminta maaf ke para sultan dan suku yang ada di Kalimantan atas polemik 'tempat jin buang anak'.

"Musuh saya bukan penduduk Kalimantan, bukan suku ini, suku itu segala macam tidak. Saya sekali lagi minta maaf kepada sultan-sultan. Sultan Kutai, Sultan Paser, Sultan Banjar, Sultan Pontianak, Sultan Melayu, atau apa sebagainya, termasuk suku-sukunya," kata Edy Mulyadi kepada wartawan, di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/1/2022).

Baca Juga: Tifatul Sembiring Dikritik Anaknya Terkait 'Jin Buang Anak', Fathan Sembiring: Mingkem gitu Beh, mingkem..!

"Suku Paser, Suku Kutai segala macam termasuk suku Dayak tadi semuanya saya minta maaf, tapi mereka semua bukan musuh saya," ujarnya.

Pada panggilan Bareskrim Polri kali ini, Edy Mulyadi diperiksa sebagai saksi  terkait polemik 'tempat jin buang anak'.

Edy Mulyadi kemudian menyinggung para oligarki yang melalui tangan-tangan pejabat melakukan ketidakadilan.

"Musuh saya dan musuh kita adalah ketidakadilan dan siapapun pelakunya yang hari-hari ini dilakonkan oleh para oligarki melalui tangan-tangan pejabat-pejabat publik kita," ucapnya.

Lebih lanjut, Edy Mulyadi mengatakan Kalimantan memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan seharusnya di atas masyarakat di Pulau Jawa. 

Baca Juga: Tidak Hanya Hina Kalimantan, Ternyata Edy Mulyadi Juga Hina Prabowo

Halaman:

Editor: Paryono BeritaJowo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X