Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan 10 poin terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M

- Kamis, 17 Februari 2022 | 21:53 WIB
Menteri Agama usulkan biaya haji tahun 2022 naik menjadi Rp 45 juta (Pixabay)
Menteri Agama usulkan biaya haji tahun 2022 naik menjadi Rp 45 juta (Pixabay)

beritajowo.com / jakarta- Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan 10 poin terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M.

Hal ini disampaikan Menag dalam rapat kerja Menteri Agama RI dan Komisi VIII DPR RI tentang Penjelasan Persiapan Pelayanan dan Usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1443H/2022M, Rabu (16/2/2022).

10 hal terkait persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2022 ini adalah sebagai berikut:

Baca Juga: 9 FILOSOFI JAWA YANG DIAJARKAN OLEH SUNAN KALIJAGA

Pertama, kepastian Penyelenggaraan Ibadah Haji. Menag menyampaikan, kepastian tentang ada tidaknya penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 1443 H/2022 M sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah Arab Saudi.   "Sampai dengan saat ini, kepastian tentang ada atau tidaknya penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 1443 H/2022 M, belum dapat diperoleh, sebagaimana yang telah kami sampaikan pada Rapat Kerja sebelumnya," tutur Menag secara daring dari Rembang Jawa Tengah.

Kedua, tentang MoU persiapan penyelenggaraan ibadah haji. Menag menyampaikan, salah satu tahapan persiapan adalah dilakukannya MoU tentang penyelenggaraan ibadah haji.   "Dalam rangka memperoleh kuota haji, kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi. Namun sampai saat ini kami belum mendapat undangan dari pemerintah Arab Saudi untuk melakukan MoU tentang persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M," lanjut Menag.

Ketiga, pengisian kuota haji dan jamaah yang diberangkatkan, apabila tahun ini ada pemberangkatan. Menag mengatakan, pengisian kuota berpedoman kepada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang mulai berlaku sejak diundangkan pada 29 April 2019.   "Adapun jamaah haji yang akan diberangkatkan pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M adalah jamaah haji yang berhak berangkat pada tahun 1441 H/2020 M," jelas Menag.

Keempat, skenario penyelenggaraan ibadah haji. Menag memaparkan, mengingat sampai saat ini wabah Covid-19 belum berakhir, yang ditandai dengan munculnya varian baru Omicron, maka pemerintah melakukan mitigasi penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1443 H/2022 M dengan tiga opsi. Ketiganya adalah kuota penuh, kuota terbatas, dan tidak memberangkatkan jamaah haji. Menag menyampaikan, pemerintah sampai saat ini tetap bekerja untuk menyiapkan opsi pertama, yaitu kuota penuh.

Baca Juga: GUS MUS : WAYANG, Ceritanya Penuh Dengan Muatan Ajaran Islam Keikhlasan dan Kemanusiaan

Kelima, waktu yang tersisa untuk persiapan penyelenggaraan ibadah haji. Sesuai perkiraan jadwal, kelompok terbang (kloter) pertama jamaah haji tahun 1443 H/2022 M direncanakan  berangkat pada 4 Dzulqa’dah 1443 H /5 Juni 2022 M. "Kondisi ini menunjukkan bahwa waktu yang tersisa untuk persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M hanya berkisar tiga bulan 15 hari," kata Menag.

Halaman:

Editor: Surayyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekasih Nikita Mizarni Sunat, Atas Kemauan Sendiri.

Selasa, 7 Februari 2023 | 15:03 WIB

Ingin Untung Besar dengan Modal Kecil?Lakukan Ini!

Kamis, 2 Februari 2023 | 08:50 WIB

Viral Video Penculik Anak di Gunduli Rambutnya

Kamis, 2 Februari 2023 | 08:22 WIB
X