• Kamis, 29 September 2022

Aksi Baku Tembak Antara Brigadir J dan Bharada E Gunakan Pistol Semi Otomatis Standar Kepolisian

- Selasa, 12 Juli 2022 | 21:49 WIB
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto saat memaparkan hasil penyelidikan kasus baku tembak Brigadir J dan Bharada E.  (Pikiran-Rakyat.com/Muhamad Rizky Pradila)
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto saat memaparkan hasil penyelidikan kasus baku tembak Brigadir J dan Bharada E. (Pikiran-Rakyat.com/Muhamad Rizky Pradila)

beritajowo.com // Jakarta - Insiden baku tembak antara 2 anggota kepolisian Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat dan Bharada E menggunakan senjata masing-masing berakhir dengan menewaskan Brigadir J.

Kedua anggota polisi tersebut, Brigadir J dan Bharada E terlibat baku tembak di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto menjelaskan, bahwa Bharada E menggunakan senjata jenis Glock 17. Sementara Brigadir J memakai senjata jenis HS-9.

Baca Juga: Terpopuler di 2022!! Intip Rekomendasi 5 Game NFT Penghasil Uang yang Bukan Scam dan Patut Dicoba

"Perlu kami jelaskan bahwa saudara RE menggunakan senjata Glock 17 dengan magasin maksimum 17 butir peluru. Dan kami menemukan di TKP bahwa barang bukti yang kami temukan tersisa dalam magasin tersebut 12 peluru. Artinya, ada 5 peluru yang dimuntahkan atau ditembakan," kata Budhi dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (12/7/2022)

Menurut Budhi, dari Brigadir J ditemukan dan fakta bahwa yang bersangkutan menggunakan senjata jenis HS, dengan 16 peluru di magasinnya dan ditemukan sisa 9 peluru yang ada di magasin.

Hal itu menandakan ada 7 peluru yang ditembakkan, dan ini sesuai dengan apa yang ditemukan di TKP bahwa di dinding bahwa ada 7 titik bekas luka tembakan.

Lebih lanjut Budhi mengatakan kedua senjata itu merupakan senjata standar dinas milik Polri.

Keduanya, kata Budhi, memang dibekali senjata dalam bertugas.

"Senjata tersebut adalah senjata standar, senjata dinas milik Polri yang memang dibekali. Jadi rekan-rekan semua bahwa ajudan ataupun pengawal itu tugasnya mengamankan orang-orang yang dikawal. Tentunya untuk mengamankan karena Polri memang salah satu instrumennya ada senjata, ya dia dibekali senjata. Jadi memang ini sudah sesuai dengan SOP dan prosedur standar yang ada di kepolisian," jelasnya.

Halaman:

Editor: Riza Hamed Savero

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aksi Hacker Bjorka, Idola Baru yang Menakutkan

Senin, 12 September 2022 | 14:50 WIB

Alasan Belanja Bisa Membuat Hati Bahagia

Rabu, 7 September 2022 | 17:11 WIB

7 pilihan ketika menghadapi kenaikan bbm

Rabu, 31 Agustus 2022 | 07:05 WIB
X