• Jumat, 9 Desember 2022

Polda Jateng: Terdapat 8 Kasus Menonjol yang Berhasil Diungkap

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 10:19 WIB
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat saat konferensi pers ungkap kasus menonjol di Mapolda Jateng, Selasa, 2 Agustus 2022. (Dok. Humas Polda Jateng)
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat saat konferensi pers ungkap kasus menonjol di Mapolda Jateng, Selasa, 2 Agustus 2022. (Dok. Humas Polda Jateng)

SEMARANG, beritajowo.com// Dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolda Jawa Tengah Irjen. Pol. Ahmad Luthfi, terdapat 8 kasus menonjol yang berhasil diungkap dengan jumlah tersangka yang berhasil diamankan sebanyak 25 orang

“Pengungkapan ini merupakan hasil kinerja Satreskrim untuk memberikan efek deterent pada para pelaku tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Jadi reserse kita telah dibekali kemampuan untuk mengejar, memburu, menangkap pelaku dan mengungkap suatu kasus tindak pidana,” ujar Kapolda Jateng.

Kasus pertama, penangkapan komplotan pencuri spesialis CPU alat berat Excavator di Klaten dan Boyolali, 5 pelaku berhasil tertangkap dan 2 masih diburu petugas.

Selanjutnya, 2 kasus curanmor oleh komplotan yang beraksi di Demak dan Jepara, serta komplotan curanmor yang beraksi di Wonosobo. 6 pelaku berhasil diamankan beserta barang buktinya, 4 orang lainnya masih buron.

Para pelaku curanmor di Demak dan Jepara menggunakan modus mencongkel pintu rumah untuk mengambil kunci mobil yang dicurinya, sedangkan komplotan di Wonosobo menggunakan kunci “T” dalam menjalankan aksinya.

“Ada empat mobil yang diamankan dari para pelaku dan selanjutnya akan diserahkan kembali pada para pemiliknya,” terangnya.

Berikutnya kasus Curras bersenjata api di Kabupaten Magelang, mengamankan seorang tersangka dan sejumlah barang bukti. Uniknya, pelaku menggunakan senjata api berjenis revolver milik anggota Polwil Pati yang telah dilaporkan hilang pada tahun 2009.

“Jadi anggota Polri tersebut sudah menjalani proses TP-TGR (ganti rugi-red.) atas senpi yang hilang pada 2009 silam. Dan rupanya senpi yang hilang tersebut sekarang digunakan oleh pelaku untuk berbuat kejahatan,” tutur Kapolda Jateng.

Kasus selanjutnya, komplotan pembuat dan pengedar uang palsu di Kabupaten Temanggung. 2 pria dan 2 wanita yang termasuk komplotan pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda.

“Uang palsu yang kita amankan sekitar Rp. 90 juta, modusnya mencetak menggunakan printer. Dalam 3 hari berhasil mencetak Rp. 10 juta uang palsu,” terang Kapolda Jateng.

Halaman:

Editor: Riza Hamed Savero

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X