• Kamis, 6 Oktober 2022

Pengkajian dan Pengujian Paradigma Tafsir Al-Qur'an dalam Konteks Keindonesiaan

- Sabtu, 27 Agustus 2022 | 14:34 WIB
 (istimewa)
(istimewa)

beritajowo.com // Yogyakarta - Di Era yang maju dan transparan sekarang ini, dimana semakin menipisnya sekat ruang dan waktu, dialektika antara berbagai pihak dengan banyak latar belakang makin sering terjadi.

Seringnya terjadi tukar pendapat, tentu akan mewujudkan berbagai pertemuan ide, namun tak jarang hal ini malah menimbulkan perbedaan interpretasi dan pemaknaan.

Hal ini tentunya menimbulkan banyak benturan yang mengakibatkan terjadinya gesekan dalam masyarakat, dan dapat menyebabkan pertikaian antar golongan.

Baca Juga: Calon Maniak Seks, 6 Zodiak ini Punya Gairah Seksual Super Tinggi

Karena Itulah Ahmad Muttaqin dalam disertasi yang diujikan pada Jumat 26 Agustus 2022 membahas mengenai HERMENEUTIKA PANCASILA: Paradigma Penafsiran Al-Qur’an Konteks Keindonesiaan.

Pemilihan judul dan topik ini dilatar belakangi oleh problem teoretis penafsiran Al-Qur'an dalam konteks keindonesiaan.

Meskipun pendekatan kontekstual telah mengalami perkembangan, pendekatan penafsiran yang berakar dari prinsip keindonesiaan belum sepenuhnya dibangun secara paradigmatis.

Baca Juga: Mau Meningkatkan Vitalitas Pria? Coba Cicipi Kopi Lanang

Mutaqqin berargumen bahwa pendekatan kontekstual masih perlu dikembangkan dalam konteks keindonesiaan yang memiliki perbedaan dengan bangsa atau negara lain.

(istimewa)
Pancasila sebagai dasar dan pedoman dalam berkehidupan, berbangsa dan bernegara di Indonesia tentunya dapat menjadi basis penafsiran.

Halaman:

Editor: Riza Hamed Savero

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aksi Hacker Bjorka, Idola Baru yang Menakutkan

Senin, 12 September 2022 | 14:50 WIB

Alasan Belanja Bisa Membuat Hati Bahagia

Rabu, 7 September 2022 | 17:11 WIB

7 pilihan ketika menghadapi kenaikan bbm

Rabu, 31 Agustus 2022 | 07:05 WIB
X