• Senin, 5 Desember 2022

Tugu Kongres Santri Pancasila sebagai Wujud Keutuhan NKRI di Tanah Rencong

- Jumat, 30 September 2022 | 17:57 WIB
Suasana peresmian Tugu Kongres Santri Pancasila di Tanah Rencong (istimewa)
Suasana peresmian Tugu Kongres Santri Pancasila di Tanah Rencong (istimewa)

beritajowo.com // Aceh Barat - Tugu Kongres Santri Pancasila telah berdiri di Meulaboh, Aceh Barat dan diresmikan oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D, Kamis (29/09).

Dalam sambutan saat acara peresmian Tugu Kongres Santri Pancasila, Prof. Yudian membawa memori masyarakat Aceh yang hadir agar kembali mengingat jasa para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Prof. Yudian menyebut, para Santri dan Ulama sangat berperan besar dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia.

Baca Juga: Cara Alternatif Pembuatan Lantai Dak Cor dapat Diganti Menggunakan Dak Hebel

"Bapak Dr. Mr. H. Muhammad Hasan berperan aktif dalam merumuskan sila-sila dalam Pancasila. Tak lupa juga warga Aceh merasa bangga karena tak sampai empat bulan setelah penggalangan dana, pesawat pertama Indonesia berhasil dibeli, itulah salah satu peran besar Aceh untuk perjuangan diplomatik Internasional melalui pembuatan pesawat", tutur Yudian.

Kepala BPIP, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D meresmikan 'Tugu Kongres Santri Pancasila' di Aceh. (BPIP)
Tugu yang berdiri di depan Mesjid Agung Baitul Makmur, Kota Meulaboh, Aceh Barat ini menjadi simbol perjuangan para Ulama dan Santri Aceh dalam mempertahankan keutuhan NKRI dan ideologi Pancasila.

Prof. Yudian mengatakan, masyarakat Aceh harus berbangga terhadap Bangsa Indonesia. Pasalnya, sejarah telah membuktikan, perjuangan para pendahulu demo kemerdekaan dan NKRI begitu besar dengan keikhlasan dan rela berkorban.

Baca Juga: Amaziiiiing!! Ariel Tatum Bakal ikut Berjalan di Gelaran Paris Fashion Week 2023

“Bangsa kita adalah bangsa yang besar dan hebat. Bayangkan, proklamasi kita waktunya hanya 59 detik. Hasilnya, 42 negara (kerajaan/kesultanan) bersatu menjadi Republik Indonesia. Tidak pernah terjadi, para sultan menyerahkan kekuasaannya demi konstitusional”, jelas Yudian.

Gubernur NAD yang diwakili Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, SDM, dan Kerja Sama, Ir. Iskandar Sukri mengungkapkan, adanya Tugu Kongres Santri Pancasila ini penting dalam memaknai persatuan dalam bingkai nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Aceh.

Halaman:

Editor: Riza Hamed Savero

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X