• Jumat, 29 September 2023

Masalah datang terus, Pengen hidup sukses Muhasabah Diri kuncinya

- Kamis, 6 Januari 2022 | 12:18 WIB
ILUSTRASI Muhasabah Diri dari Dosa (Pixabay/Anemone123)
ILUSTRASI Muhasabah Diri dari Dosa (Pixabay/Anemone123)
beritajowo.com / semarang Muhasabah diri, Pengingat untuk Selalu Memperbaiki Diri agar hidup menjadi sukses.Sebab itulah, muhasabah seringkali diartikan sebagai introspeksi diri atau evaluasi diri.

Jadi, Muhasabah adalah menghitung perjalanan hidup kita untuk mengetahui perbandingan antara amal baik dan keburukan yang telah kita lakukan. sehingga hidup kita menjadi sukses

Muhasabah diri dalam Islam meliputi hubungan seorang hamba dengan Allah, maupun hubungan sesama makhluk ciptaanNya.

Baca Juga: KURIKULUM PARADIKMA BARU

Pentingnya muhasabah dalam menjalani hidup sehari-hari tertuang dalam salah satu riwayat hadits. Rasulullah SAW menyebut orang yang pandai adalah orang-orang yang melakukan muhasabah.

Ada banyak cara melakukan muhasabah diri, Antara lain :

  1. Mengavaluasi soal niat, amalan, dan dosa-dosa.

Langkah pertama untuk bermuhasabah adalah merenungkan apa saja yang telah dilalui dalam hidup. Kemudian mengevalusi, sudahkah memiliki niat menjadi orang yang lebih baik? Sudahkah melakukan amalan yang diperintahkan Allah? Dan sudahkah menyadari berapa banyak dosa yang telah dilakukan?

Setelah mengetahui jawabanya, kemudian niatkan untuk senantiasa lebih taat kepada Allah dan menghindari laranganNya.

  1. Melakukan Sholat Taubat

Ketika kamu telah menyesali segala dosa, maka muslim yang taat akan segera bertaubat. Salah satu bentuk amalan yang bisa dilakukan adalah mendirikan sholat taubat.

Tata caranya sama seperti sholat pada umumnya, namun bisa terdiri dari dua rakaat, empat rakaat, atau enam rakaat. Pada bagian sujud terakhir, akuilah segala dosa dan meminta ampun pada Allah SWT.

Sebagaimana Rasulullah bersabda, "Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa ketika itu."

Baca Juga: Inilah Keutamaan Amalan Solawat Jibril yang Perlu Kamu Ketahui

  1. Menerima masukan dan saran dari orang lain.

Kadang kita membutuhkan orang lain untuk menyadarkan dari kesalahan yang telah diperbuat.

Dalam suatu riwayat, Imam Bukhari menceritakan kisah Umar bin Khattab yang memberi saran kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan Alquran. Saat itu, Abu Bakar sempat menolak dan bimbang dengan usulan tersebut.

Namun Umar meyakinkan bahwa hal itu adalah kebaikan. Hingga Abu Bakar pun berkata, "Umar senantiasa membujukku untuk mengevaluasi pendapatku dalam permasalahan itu hingga Allah melapangkan hatiku dan akupun berpendapat sebagaimana pendapat Umar."

Baca Juga: Kelembutan Hati dan Cinta dalam Ajaran Islam versi Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumiddin

Tak hanya para sahabat, bahkan Rasulullah pun bersabda, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia seperti kalian. Aku lupa sebagaimana kalian lupa. Oleh karenanya, ingatkanlah aku ketika diriku lupa."

Halaman:

Editor: Surayyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lengkap! 99 Asmaul Husna bahasa Arab, Latin dan Artinya

Senin, 25 September 2023 | 06:59 WIB

Dengan 6 Jalur Langit Ini Sukses Dalam Genggaman

Selasa, 19 September 2023 | 21:56 WIB
X