• Selasa, 6 Desember 2022

GUS MUS : WAYANG, Ceritanya Penuh Dengan Muatan Ajaran Islam Keikhlasan dan Kemanusiaan

- Kamis, 17 Februari 2022 | 20:57 WIB
gus mus perihal wayang (beritajowo 01)
gus mus perihal wayang (beritajowo 01)

beritajowo.com / jakarta- Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri atau lebih sering dipanggil dengan Gus Mus (lahir 10 Agustus 1944 di Rembang) adalah pimpinan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang. 

Gus Mus pernah menjadi Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tahun 2014 hingga 2015 karena menggantikan KH. Sahal Mahfudz yang wafat

Gus Mus dalam menyikapi persoalan sosial selalu mengedepankan kemaslahatan untuk ummat. seperti yang lagi viral saat ini tentang wayang.

Baca Juga: Makna Tokoh Semar dalam Dunia Wayang

Dakwah itu harus se-kreatif Wali Songo. Ketika di Jawa gandrung dengan kesenian, Wali Songo, khususnya Sunan Kalijaga, menciptakan suatu yang karya monumental, yaitu wayang.

Menurut KH. Mustofa Bisri, wayang adalah suatu karya kesenian yang diupayakan bahwa keindahan itu tidak menabrak rambu-rambu fikih. Tentu ada perbedaan pendapat di antara para wali. Tapi mereka berkoordinasi dengan baik sekali. 

Gus Mus menyebut, ada hadits yang dipakai ulama-ulama keras yang berbunyi, “Siapa yang menggambar manusia, nanti akan disuruh memberi nyawa kepada gambarnya itu.”

Nah, wayang ini tidak bisa disebut manusia, sementara disebut gambar binatang juga tidak bisa. “Tapi orang yang melihat menganggap itu manusia atau binatang. Itu hebatnya,” kata Gus Mus 

Baca Juga: Sastra Gendhing Jawa Diiringi Gamelan Tembang Macapatan Wujudkan Keselarasan Laku Budaya

Ia menjelaskan, tidak ada manusia yang tangannya melebihi dengkul seperti tangannya wayang. Tak ada juga manusia yang tubuhnya gepeng seperti wayang. “Tapi orang yang menonton merasa itu manusia. Itu luar biasa. Itu satu keindahan yang luar biasa,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Surayyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berdoa Cepat Terkabul, Bila Saatnya Tepat. Kapankah??

Jumat, 4 November 2022 | 23:25 WIB
X