• Rabu, 29 Juni 2022

Perintah Menjaga Shalat Wajib dan Larangan serta Ancaman yang Sangat Keras bagi yang Meninggalkannya

- Senin, 28 Februari 2022 | 22:21 WIB
Umat Islam melaksanakan shalat  (Foto: adelbayoumi/pixabay)
Umat Islam melaksanakan shalat (Foto: adelbayoumi/pixabay)

beritajowo.com / semarang- Umat Islam harus benar-benar melaksanakan shalat sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah saw.

Diterima atau tidaknya shalat seseorang menurutnya bisa disebabkan oleh sempurna tidaknya rukun shalat dan juga sempurna tidaknya rukun wudlu. Sebab, shalat akan sia-sia dan percuma dilakukan jika syarat dan rukunnya tidak dipenuhi dengan baik,

Seperti wudlunya yang tidak sesuai aturan atau bacaan Surat Al-Fatihahnya belum fasih dan lancar. Belum lagi soal pakaian yang dikenakan saat shalat. Ia menegaskan harus menggunakan pakaian yang baik dan sopan. Sebab, menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari akhlak kepada Allah swt.

Baca Juga: Masa Karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri Diubah Jadi 3 Hari, Ini Syaratnya

Shalat merupakan amalan Muslim yang paling pertama dihisab, dihitung di akhirat kelak. “Amal yang pertama dihisab adalah shalat,” dalam kitab Riyadus sholihin di sebutkan

Riyadhus Sholihin, Kitab Al-Fadhail, Bab 193. Perintah Menjaga Shalat Wajib dan Larangan serta Ancaman yang Sangat Keras bagi yang Meninggalkannya

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قاَلَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا )) رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيثٌ حَسَنٌ ))

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan.) [HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

Faedah dari Hadits

  1. Perkara yang pertama kali akan dihisab pada hamba dari perkara ibadah pada hari kiamat adalah shalat.
  2. Siapa yang mendirikan shalat, maka bagus amalnya. Siapa yang tidak bagus shalatnya, maka amalnya pasti rusak.
  3. Allah sangat penyayang pada hamba di mana Allah menyempurnakan amalan wajib yang ia lakukan dengan amalan sunnah sebagai penutup kekurangannya.
  4. Umumnya amalan wajib akan disempurnakan dengan amalan sunnah sampai bertambahlah kebaikan hingga mengalahkan kejelekan sampai masuk surga dengan rahmat Allah.’
  5. Hendaklah setiap orang bisa memperbanyak dan menjaga amalan sunnah, bukan hanya mementingkan yang wajib saja.

 Jika seorang Muslim dapat melaksanakan shalatnya dengan baik dan benar sesuai dengan yang sudah dicontohkan Rasulullah saw, maka tegasnya, amalan lainnya akan mudah dalam proses hisabnya. Oleh karena itu,

Halaman:

Editor: Surayyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mblo Jomblo!! Ini Doa Agar Cepat Dapat Jodoh

Selasa, 21 Juni 2022 | 23:54 WIB
X