• Selasa, 6 Desember 2022

Meski Aib dan Dibenci Allah SWT, Cerai dalam Islam tetap ada Etika

- Sabtu, 5 Maret 2022 | 22:43 WIB
Ilustrai foto, Etika Perceraian Rumah tangga (pikiran rakyat)
Ilustrai foto, Etika Perceraian Rumah tangga (pikiran rakyat)

Dengan begitu diharapkan perjalanan rumah tangga setelah terjadinya perceraian pertama akan lebih baik lagi. 

Kedua : hendaknya mengikuti langkah yang dianjurkan oleh Al-Qur’an:

وَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ ۚ فَاِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا ۗ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا

Artinya: “Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kalian beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka.

Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” (QS an-Nisa’: 34)

Jika pasangan melakukan kesalahan, ingatkan terlebih dahulu. Komunikasi yang baik dengan pasangan merupakan salah satu kunci dari keharmonisan rumah tangga.

Kalau tetap tidak berubah, pisah ranjang bisa menjadi alternatif berikutnya sebelum bercerai.

Baca Juga: Prof. Quraish Shihab : Syarat dan Kunci Mendapatkan Jodoh Adalah Usaha

Hal ini juga memberikan kesempatan bagi suami istri untuk mendinginkan hati dan pikiran.

Memikirkan lebih jauh dampak yang akan ditanggung jika terjadi perceraian, sehingga cerai menjadi pilihan terakhir yang menjadi satu-satunya solusi dalam permasalahan rumah tangga.

Halaman:

Editor: Riza Hamed Savero

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berdoa Cepat Terkabul, Bila Saatnya Tepat. Kapankah??

Jumat, 4 November 2022 | 23:25 WIB
X