• Selasa, 6 Desember 2022

Keistimewaan dan Amalan di Bulan Syaban

- Sabtu, 19 Maret 2022 | 09:53 WIB
Khutbah Jumat 11 Maret 2022 atau bulan Syaban 1443 H. (Pexels/Pixabay)
Khutbah Jumat 11 Maret 2022 atau bulan Syaban 1443 H. (Pexels/Pixabay)

beritajowo.com / jakarta : Bulan Sya‘ban merupakan bulan yang di dalamnya terdapat berbagai peristiwa bersejarah, yakni peristiwa pengalihan arah kiblat dari Masjidil Aqsha di Palestina ke Ka‘bah di Arab Saudi dengan penurunan Surat Al-Baqarah ayat 144, Surat Al-Ahzab ayat 56 yang menganjurkan pembacaan shalawat, diangkatnya amal-amal manusia menuju ke hadirat Allah SWT, dan berbagai peristiwa lainnya.

Baca Juga: Hikmah Perbanyak Shalawat di Bulan Syaban

Menilisik dari segi linguistik, Al-Imam ‘Abdurraḥmān As-Shafury dalam literatur kitab momumentalnya Nuzhatul Majâlis wa Muntakhabun Nafâ’is mengatakan bahwa kata Sya’bān (شَعْبَانَ) merupakan singkatan dari huruf shīn yang berarti kemuliaan (الشَّرَفُ). Huruf ‘ain yang berarti derajat dan kedudukan yang tinggi yang terhormat (العُلُوُّ). Huruf ba’ yang berarti kebaikan (البِرُّ). Huruf alif yang berarti kasih sayang (الأُلْفَة). Huruf nun yang berarti cahaya (النُّوْرُ).

Di 1 Syaban 1442 H ini, dianjurkan umat Muslim untuk memperbanyak amalan selama bulan Syaban sebelum menyambut Ramadan. Lantas, apa saja amalan dan keistimewaan atau keutamaan bulan Syaban yang dimulai pada 15 Maret 2021? 

1. Syaban adalah bulan mulia yang sering terlupakan.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Bulan Syaban letaknya antara bulan Rajab dan bulan Ramadan, dimana banyak orang yang lalai dengan keutamaan bulan itu. Padahal pada bulan tersebut akan diangkat amalan-amalan seorang hamba kepada Allah. Dan aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan sedang berpuasa.”

2. Perbanyak Puasa di Bulan Syaban
Syaban adalah bulan dimana Nabi Muhammad SAW memperbanyak puasa, seperti dalam riwayat yang disebutkan di atas, ketika Sahabat Nabi yang bernama Sayyidina Usamah bin Zaid RA. bertanya kepada Rasulullah SAW: 

“Aku tidak pernah melihat engkau ya Rasulullah memperbanyak puasa seperti di saat engkau berpuasa di bulan ini”. Kemudian Nabi Muhammad SAW menjawab: “Bulan ini adalah bulan dimana diangkatnya amalan seluruh hamba, dan Aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa”.

Nabi Muhammad SAW yang memperbanyak puasa di bulan Syaban juga tercantum dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Ummul Mukminin Sayyidatina Aisyah RA. Beliau mengatakan: 

“Nabi Muhammad SAW tidak pernah berpuasa sunnah sebanyak saat puasa di bulan Syaban, bahkan Nabi Muhammad SAW sampai pernah berpuasa sebulan penuh pada bulan Syaban itu sambil mengatakan: “Perbanyaklah amal shaleh kalian khususnya pada bulan ini semampu kalian, karena Allah SWT tidak akan pernah bosan untuk menerima dan membalas amal kalian sampai kalian yang bosan”.

Halaman:

Editor: Surayyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berdoa Cepat Terkabul, Bila Saatnya Tepat. Kapankah??

Jumat, 4 November 2022 | 23:25 WIB
X